MASIGNCLEAN101

Soft Skill Yang Dibutuhkan Lulusan S1 Agar Dapat Kerja

Soft Skill Untuk Bisa Kerja

Kuliah Untuk Kerja

Sebenarnya untuk apa tujuan semua orang kuliah jika bukan untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lebih dari cukup? Tidak ada. Hampir semua orang yang mau mengambil pendidikan hingga ke jenjang perkuliahan pastinya ingin mendapatkan posisi yang bagus dalam pekerjaan mereka.

Untuk Kerja Perlu Skill Apa?

Secara umum, ada berbagai macam skill atau keterampilan yang dibutuhkan oleh setiap orang agar bisa mendapatkan pekerjaan yang layak. Contoh dari keterampilan tersebut adalah Soft Skill dan Hard Skill.

Menurut saya sendiri, Hard Skill adalah bagaimana kemampuan atau keterampilan kita dalam menguasai bidang yang kita tekuni, atau bisa dibilang keahlian apa yang kita miliki. Sedangkan Soft Skill adalah bagaimana kita bisa berfikir, menjalani, dan membuat segala macam urusan kita bisa berjalan lancar.

Pada artikel ini akan saya berikan penjelasan singkat tentang Soft Skill yang dibutuhkan untuk dapat pekerjaan yang layak, khususnya untuk jenjang perkuliahan S1.

Berikut ini adalah Soft Skill yang akan sangat dibutuhkan oleh para fresh graduate dengan tingkat S1 :
  1. Keinginan untuk terus belajar
  2. Communication skill
  3. Critical thinking
  4. Analytical thinking
Langsung saja kita bahas satu persatu :

1. Keinginan Untuk Terus Belajar

pemuda belajar

Lulusan S1 atau fresh graduate harus memiliki kemampuan untuk terus belajar. Ini sangat fundamental bagi yang baru pertama kali terjun ke dunia kerja. Dunia kerja akan berbeda dengan dunia kuliah. Memiliki kemampuan ini menjadi gerbang utama lulusan S1 dapat beradaptasi dengan cepat di lingkungan kerja. Terkadang, apa yang kita pelajari di universitas atau sekolah tinggi sudah tidak relevan atau tidak 100% relevan sehingga kita perlu menyesuaikan diri dan mengupdate diri dengan kebutuhan di dunia kerja.

Banyak cara untuk belajar di dunia kerja: Ikut pelatihan atau seminar, membaca buku (terutama ketika di perusahaannya tersedia perpustakaan), diskusi rutin dengan atasan, kolega, atau teman di industri lain, mengikuti kelas daring, mengambil sertifikasi, dan sebagainya. Pola pikir yang harus ditanam pada pikiran kita adalah seperti kutipan Steve Jobs 'stay foolish, stay hungry' atau selalu merasa lapar dan terstimulasi untuk mempelajari sebuah hal baru.

Keinginan terus belajar (continuous learning) menjadi sangat vital dalam mengembangkan soft skills dan hard skills. Ketika seorang lulusan S1 mau terus belajar, maka idealnya dia akan terus terbaharukan dengan pengetahuan, model bisnis, konsep, dan tools terbaru, serta selalu bisa mengevaluasi diri dari sisi soft skills - menyadari kelemahan dan kekuatan dirinya dan tahu apa yang harus dikembangkannya.

2. Communication Skill

Communication skill

Keterampilan komunikasi menjadi esensial ketika kita mulai berkorespondensi dengan banyak pihak. Sebagai karyawan baru, kita akan menghadapi banyak orang dari lintas generasi, lintas jabatan, lintas fungsi, atau bahkan lintas negara (ini berarti memerlukan kemampuan berbahasa Inggris yang baik).

Mampu berkomunikasi dengan baik, entah itu dalam proses menyampaikan dan mendengar, berperan besar memastikan semua berjalan dalam jalur yang sama dan dapat mengurangi friksi-friksi kesalahpahaman. Seringkali kita menemui masalah kecil yang kemudian menjadi besar hanya karena komunikasi yang salah.

Memang terlihat sederhana, tapi berkomunikasi dengan baik merupakan hal yang susah. Setiap orang yang kita temui akan memiliki preferensi sendiri dalam berkomunikasi. Si A mungkin suka dengan basa-basi, Si B lebih suka langsung ke inti permasalah, Si C lebih suka penjelasan yang sistematis, Si D tidak suka komunikasi melalui telepon, dan sebagainya.

3. Critical Thinking

berfikir kritis

Berpikir kritis adalah kemampuan untuk berpikir dengan jelas dan rasional tentang apa yang harus dilakukan atau apa yang harus percaya. Ini mencakup kemampuan untuk terlibat dalam pemikiran reflektif dan independen. Seseorang dengan keterampilan berpikir kritis mampu melakukan hal berikut:

  • memahami hubungan logis antara gagasan
  • mengidentifikasi, membangun dan mengevaluasi argumen
  • mendeteksi inkonsistensi dan kesalahan umum dalam penalaran
  • memecahkan masalah secara sistematis
  • mengidentifikasi relevansi dan pentingnya ide
  • memikirkan pembenaran atas kepercayaan dan nilai

Berpikir kritis bukanlah soal mengumpulkan informasi. Seseorang dengan memori yang baik dan yang tahu banyak fakta belum tentu baik pada pemikiran kritis. Seorang pemikir kritis mampu menyimpulkan konsekuensi dari apa yang dia tahu, dan ia tahu bagaimana memanfaatkan informasi untuk memecahkan masalah, dan untuk mencari sumber informasi yang relevan untuk menginformasikan dirinya sendiri.

4. Analytical Thinking

pemikiran analisis
Analytical thinking (keterampilan analisis) adalah komponen penting dari pemikiran visual yang memberikan satu kemampuan untuk memecahkan masalah dengan cepat dan efektif. Ini melibatkan pendekatan langkah-demi-langkah metodis untuk berpikir yang memungkinkan Anda untuk memecah masalah kompleks menjadi komponen tunggal dan mudah dikelola.

Pemikiran analitis melibatkan proses pengumpulan informasi yang relevan dan mengidentifikasi masalah-isu kunci yang terkait dengan informasi ini. Jenis pemikiran ini juga mengharuskan Anda untuk membandingkan set data dari sumber yang berbeda; mengidentifikasi kemungkinan sebab dan akibat pola, dan menarik kesimpulan yang sesuai dari dataset ini agar dapat sampai pada solusi yang tepat.



Tidak hanya membutuhkan soft skill, seorang lulusan S1 juga harus punya hard skills yang mumpuni. Sebagus apapun kemampuan komunikasi seseorang, namun jika dia ternyata tidak dapat melakukan pekerjaan dasar dia atau tidak mampu mengerjakan apa yang tertera pada job description dia dengan baik, maka akan mempekecil peluang dia untuk bersaing di dunia kerja.

Share This :

Ads