MASIGNCLEAN101

Facebook Hapus Ratusan Akun Palsu dari Indonesia


Belum lama ini, Facebook menyatakan pihaknya telah menghapus banyak grup dan fake account (akun palsu) karena dinilai sebagai perilaku tak benar dan terkoordinasi di negara Indonesia, Uni Emirat Arab (UAE), Mesir, dan juga Nigeria. Penghapusan akun di Indonesia dikabarkan melibatkan lebih dari 100 fake account di Facebook maupun Instagram, karena berisi unggahan yang diindikasikan sebagai pemanas keadaan megenai Papua Barat.


Facebook sendiri telah memerangi pihak pihak yang menggunakan akun palsu dan beragam fans page (halaman) serta grup radikal yang beroperasi di media sosial, terutama Facebook dan Instagram. Facebook mengumumkan bahwa pihaknya telah menghapus ratusan hingga ribuan akun palsu, yang diantaranya diduga digunakan untuk melancarkan gerakan terkoordinasi guna mendukung upaya pemerdekaan Papua Barat.


Sebagian lagi merupakan akun yang tampil berlawanan dan mengkritisi pergerakan dengan embel- embel kemerdekaan tersebut. Dikabarkan bahwa orang-orang di balik jaringan ini menggunakan akun palsu tersebut guna menyebarkan hasutan, konten tidak pantas, hingga mengalihkan penggunanya ke website lain.


Meski pemilik akun telah berupaya menyamarkan identitas mereka, sejatinya Facebook dapat mengetahuinya dengan menemukan keterkaitan antara akun palsu tersebut dengan perusahaan yang bergerak di bidang media, yaitu InsightID asal Indonesia.


Bersama tim khususnya, pihak Facebook telah memantau keadaan di Indonesia, terutama mengenai peningkatan ketegangan di Papua Barat, dan melacak akun -akun palsu yang diperkirakan akan menggiring pengguna lain dan menyebarkan konten ke perusahaan InsightID.




Sejak akhir Agustus 2019, seperti yang kita tahu bahwa Papua dilanda kerusuhan dan aksi protes mengenai pembebasan yang memuncak pada September, dimana 33 orang dikabarkan tewas dalam insiden kerusuhan di Wamena. Para peneliti telah memperingatkan akan ada peningkatan munculnya akun palsu menyangkut Papua, khususnya Papua Barat di Facebook, Instagram dan Twitter pada bulan September lalu, dimana akan ada yang mengunggah konten pro dan kontra terhadap pemerintah yang tujuannya adalah untuk menghasut dan memanaskan keadaan.


Setidaknya, berikut ini adalah jumlah akun palsu yang dihapus :
  • 69 akun Facebook
  • 42 Pages
  • 34 akun Instagram. 
Dari semua laman yang dihapus, dua diantaranya bernama "Papua West" dan juga "West Papua Indonesia".


Akun dan laman palsu yang telah dihapus dikisarkan memiliki pengikut penggemar yang jumlahnya cukup besar. Setidaknya ada 410.000 akun Facebook autentik yang mengikuti satu atau lebih laman di Facebook yang dihapus. Sedangkan di Instagram, ada sekitar 120.000 akun yang menjadi pengikut paling tidak satu akun palsu diatas. Pemillik jaringan akun dan laman palsu tersebut juga diketahui telah membelanjakan uang dengan nominal yang tidak main main, yaitu 300.000 dollar AS (Rp 4,2 miliar ) untuk membiayai penyebaran konten mereka menggunakan Facebook Ads.


Tidak hanya di Indonesia, pihak Facebook juga menghapus banyak jaringan akun palsu yang mereka temukan di beberapa negara lain di arab. Kampanye-kampanye (advertise) akun palsu di Uni Emirat Arab, Mesir, Nigeria, dan Indonesia memang tidak saling terkait dengan masalah yang sama, namun masing pihak membuat jaringan akun palsu tersebut guna menyesatkan pengguna lain tentang siapa sebenarnya mereka dan apa saja yang sebenarnya mereka kerjakan.

Share This :

Ads