MASIGNCLEAN101

Arti Bucin Dan Bahaya Nya Terhadap Psikologi


Pada dasarmua manusia pasti punya rasa cinta. Tapi sebenarnya apa itu cinta? Cinta merupakan salah satu ungkapan emosi dari yang meliputi kasih sayang dan ketertarikan. Dalam bidang filosofi, cinta merupakan suatu sifat yang baik yang mewakili semua kebaikan, rasa belas kasih dan juga kasih sayang.

Namun tidak sedikit kasus dimana cinta bisa membuat orang buat( dalam artian careless dengan situasi sekitar) hingga membuat mereka menjadi budak cinta atau bucin. Pada zaman ini, banyak anak muda, khususnya milenials yang mengidap kelainan bucin ini. Yang perlu di perhatikan adalah bahwa sifat bucin memiliki dan memberikan dampak atau pengaruh negatif untuk diri sendiri, karir dan masa depan para budak cinta.

Bucin sendiri bisa dibagi menjadi dua (2) golongan, yang pertama bucin saat masih memiliki hubungan dan yang kedua bucin sudah putus cinta namun masih belum bisa move on. Namun terlepas dari itu, orang yang bucin sangat berpotensi untuk mendapatkan dampak negatif atau pengaruh buruk yang mereka sendiri pun tidak terlalu menyadarinya.

Berikut ini adalah dampak negatif bucin yang sering tidak disadari :

  • Bucin berpotensi menurunkan daya pikir dan konsentrasi
Pengaruh buruk yang pertama adalah menurunnya daya pikir otak dan menurunkan tingkat konsentrasi. Ini karena dalam pikiran mereka yang menjadi bucin pasti akan lebih memikirkan orang yang dicintai dibandingkan memanfaatkan waktunya untuk belajar, membaca dan mengetahui hal - hal baru yang sebenarnya diperlukan. Karena itulah daya pikirnya akan menurun.

Para bucin cenderung susah untuk fokus( biasa disebut salfok atau salah fokus). Penyebabnya adalah adanya rangsangan pada otak mereka yang membuat cinta menjadi kepentingan mengalahkan kepentingan yang lainnya.

  • Bucin bisa memaklumi segalanya
Biasanya ini dialami oleh orang yang terlalu mencintai pasangannya, sehingga apapun akan dilakukan demi orang yang disayangi, termasuk hal-hal yang tidak masuk akal sekalipun. Pada masa setelah putus cinta, inilah yang menjadi waktu yang dianggap berbahaya. Biasanya orang yang baru saja putus cinta punya pemikiran yang tidak rasional dan akan melakukan apapun karena mereka menganggapnya sebagai hal yang wajar.

  • Mengabaikan kepentingan selain mencintai
Para pengidap bucin biasanya akan memilih untuk mengutamakan apa yang diperlukan dalam hubungan dan keperluan pasangannya. Mereka akan cenderung mengabaikan apa yang seharusnya mereka lakukan termasuk pekerjaan
.
Bagaimana mungkin pekerjaan tidak terbengkalai, jika para bucin lebih banyak menghabiskan waktu bersama pasangannya dibanding mengerjakan apa yang menjaid kewajibannya. Dengan demikian pekerjaan pun akan terbengkalai dan akan berdampak buruk pada masa depan.

  • Merenggangkan hubungan makhluk sosial lain
Bucin dapat merenggangkan hubungan persahabatan dan juga hubungan dengan keluarga. Alih alih berkomunikasi dan menyisihkan waktu untuk teman dan keluarganya, bucin akan lebih memilih untuk menghabiskan waktu bersama pasangannya. Hal ini yang bisa menyebabkan hubungan persahabatan dan hubungan dengan keluarga pun akan menjadi renggang.

  • Tidak memperhatikan diri sendiri
Setiap individu harus memiliki waktu untuk dirinya sendiri, terutama untuk menjaga dan merawat dirinya agar tetap dalam kondisi yang baik. Berbeda dengan orang pada umumnya, pengidap bucin akan lebih memfokuskan pikiran dan waktunya memperhatikan pasangannya. Sehingga akan cenderung merasa lelah dan mudah sakit.

  • Berasa tidak punya harga diri
Banyak orang yang melakukan tindakan bucin di tempat yang tidak seharusnya, di temat umum misalnya. Banyak orang yang menganggap tindakan dan kelakukan para bucin berlebihan hingga bisa menurunkan harga diri.

Sedikit saran untuk para bucin diluar sana :

Memang tidak ada salahnya mencintai seseorang, terutama pasangan. Namun jangan sampai itu membuat kalian mengabaikan hal sekitar. Banyak hal yang terabaikan pada saat kalian terlalu mencintai seseorang( khususnya bucin), padahal hal tersebut sebenarnya sangat penting. Mencintai memang hal yang baik, namun mencintailah dalam takaran yang sewajarnya.


Share This :

Ads